Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Tapanuli Selatan Jadi Pembicara di Perkemahan bersama pramuka Se-Tabagsel

Dokumentasi Kegiatan

 

TAPANULI SELATAN - Dalam upaya menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan partisipasi aktif dalam kehidupan berdemokrasi sejak dini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tapanuli Selatan, Taufik Hidayat, S.E., M.M., bersama Koordinator Divisi HPPH (Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas) Vernando Maruli Aruan, S.T. hadir sebagai pembicara dalam Perkemahan Bersama “Tapsel Bangkit 2025”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (24/10/2025) di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sipirok, dan diikuti oleh peserta dari Tapanuli Bagian Selatan (Tapsel, Madina, Padangsidimpuan, Paluta, dan Palas).

Acara ini menjadi wadah strategis untuk mengintegrasikan semangat kebangsaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial melalui kegiatan kepramukaan perkemahan bersama. Dalam sesi materi yang dibawakan, Taufik Hidayat menekankan pentingnya membangun generasi muda yang melek demokrasi serta memiliki kesadaran terhadap pentingnya pemilu yang jujur dan adil. Ia mengajak seluruh peserta, terutama kalangan pelajar dan pramuka, untuk menjadi agen pengawasan partisipatif yang menjaga nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat.

“Demokrasi yang kuat berawal dari karakter bangsa yang jujur dan berintegritas. Anak muda harus berani berkata benar, adil, dan tidak mudah terprovokasi. Itulah jiwa pramuka sejati yang kami harapkan hadir di masa depan,” ungkap Taufik Hidayat di hadapan ratusan peserta yang antusias mendengarkan.

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Pramuka adalah simbol kedisiplinan dan keteladanan. Jika nilai-nilai itu disinergikan dengan semangat pengawasan partisipatif, maka kita tidak hanya membentuk pemilih cerdas, tetapi juga penjaga moral demokrasi di akar rumput.”

Sementara itu, Vernando Maruli Aruan dalam pemaparannya menyoroti peran penting literasi politik di era digital. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru dalam penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat merusak tatanan demokrasi. Oleh sebab itu, ia mendorong peserta agar cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial.

“Menjadi generasi digital bukan hanya soal cepat menerima informasi, tapi juga tentang kemampuan memilah kebenaran. Pramuka harus menjadi pelopor etika digital dan teladan dalam bermedia,” tegasnya.

Dalam kesempatan lain, Vernando juga menekankan bahwa pendidikan politik harus dimulai dari ruang-ruang nonformal seperti kegiatan kepramukaan. “Demokrasi tidak bisa hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi harus dihidupkan dalam tindakan. Melalui pramuka, kita bisa menumbuhkan sikap kritis, jujur, dan peduli terhadap lingkungan sosial-politik,” ujarnya menutup sesi diskusi.

Kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi antara lembaga penyelenggara pemilu dengan unsur pendidikan dan kepemudaan di Tapanuli Bagian Selatan. Melalui pendekatan edukatif yang dikemas dalam suasana perkemahan, Bawaslu berupaya menanamkan nilai-nilai pengawasan partisipatif, disiplin, dan cinta tanah air dengan cara yang menyenangkan dan membumi.

Para peserta perkemahan menyambut hangat kehadiran Bawaslu dengan antusias. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai isu-isu demokrasi, pemilu, dan peran pemuda dalam menjaga stabilitas sosial politik daerah. Kehadiran Taufik Hidayat dan Vernando Maruli Aruan dinilai membawa warna baru dalam kegiatan kepramukaan, karena berhasil menggabungkan aspek pendidikan karakter, integritas publik, dan literasi politik secara harmonis.

Melalui kegiatan ini, semangat “Tapsel Bangkit 2025” tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga perwujudan nyata sinergi lintas sektor dalam membangun generasi yang tangguh, cerdas, dan berintegritas. Dengan terlibatnya Bawaslu dalam kegiatan kepemudaan seperti ini, diharapkan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar dan pramuka semakin tumbuh kuat, menjadi pondasi bagi masa depan Tapanuli Selatan yang lebih maju dan berkarakter.